Sharing is Cool...!!!

Teknologi, Tips & Trick, ilmu, Games, Movies, dan TUGAS KAMPUS saya...

Minggu, 09 Desember 2012

[Movie Review] Paranormal Activity 4: Membuat Jantung “Loncat”


Deretan penonton duduk dalam kegelapan studio bioskop, menatap layar dengan mata setengah
tertutup. Semakin lama posisi duduk mereka semakin turun, berusaha menyembunyikan wajah di balik telapak tangan yang dingin. Gerak-gerik karakter dalam film dihiasi keheningan. Para penonton pun terdiam, menunggu kejadian mengejutkan yang membuat jantung mereka seakan melompat ke luar. Detik demi detik berlalu tanpa ada kejelasan apa yang akan terjadi dengan sang karakter dalam layar. Bisikan dan tawa gugup mulai terdengar. Tiba-tiba sebuah sosok misterius menyambar dengan suara menggelegar dan studio bioskop pun membuat para penonton memekik, terkejut dan takut.
Pemandangan serupa merupakan  hal yang biasa terjadi saat menonton franchise Paranormal Activity. Dari installment pertama hingga ketiga, ketegangan dan rasa takut yang dimunculkan tetap konsisten, bahkan di beberapa sudut justru meningkat. Gaya pengambilan gambar ala lost footage memberi kesan mencekam yang nyata, seperti yang dipersembahkan Blair Witch Project tahun 1999 silam. Ramuan jitu tersebut terus dibawa dan kembali sukses menakuti para penonton di tahun 2012 melalui kehadiran Paranormal Activity 4.

Berbeda dari seri-seri sebelumnya, Paranormal Activity 4 bukan prekuel atau berada di garis waktu yang tumpang tindih dengan rangkaian installment sebelumnya. Seri keempat itu justru merupakan sekuel Paranormal Activity 2. Apa yang terjadi setelah Katie dan Hunter menghilang? Teror apa lagi yang siap ditampilkan bagi para penggemar franchise tersebut?

Aktivitas misterius kembali bergulir

Jika Anda ingat akhir cerita Paranormal Activity 2, tentu Anda tahu mengapa aktivitas supernatural dalam installment keempat terjadi di rumah sebuah keluarga baru. Jika tidak, Anda akan kembali diingatkan oleh adegan pembuka Paranormal Activity 4. Pertanyaan mengenai keberadaan Katie dan Hunter pun muncul, dan jawabannya akan Anda temukan dalam film tersebut.

Lima tahun setelah Katie dan Hunter menghilang, sebuah keluarga mengalami beragam gangguan misterius di rumah mereka. Semua gangguan tersebut berhasil direkam oleh seorang gadis remaja bernama Alex (Kathryn Newton) dengan bantuan temannya, Ben (Matt Shively). Keduanya berkali-kali dikejutkan oleh kehadiran Robbie (Brady Allen), anak tetangga Alex, yang kerap muncul di saat-saat tak terduga dengan alasan yang tidak jelas.
Pada suatu malam, Alex mendengar sebuah ambulans berhenti di rumah Robbie. Keesokan harinya, anak tetangganya tersebut datang setelah ibunya Alex, Holly (Alexondra Lee), menawarkan bantuan mengurus Robbie selama ibunya dirawat di rumah sakit. Pada saat itulah beragam peristiwa mengerikan mulai terjadi dan mengganggu Alex, serta adiknya, Wyatt (Aiden Lovekamp).

Sentuhan teknologi memperkaya suasana mencekam

Sama seperti adik Katie semasa kecil, Robbie kerap tertangkap kamera sedang berbicara dengan sosok yang tidak tampak. Bedanya, kali ini Alex dan Ben mendapat bantuan Kinect yang memungkinkan mereka melihat sosok misterius tersebut walau samar. Sudut pandang tersebut berhasil membuat saya merinding setiap kali sosok misterius sang hantu muncul.

Bukan hanya itu bumbu teknologi yang disematkan dalam Paranormal Activity 4. Penggunaan webcam laptop untuk video chat yang kerap dilakukan Alex dan Ben memberi sudut pandang baru. Sembari melakukan video chat, Alex kerap membawa laptopnya keliling rumah dan membuat penonton menanti penampakan mengerikan atau kejadian mengejutkan dengan gugup. Penggunaan kamera smartphone dan handycam pun beberapa kali memberi gambaran mengenai beragam kejadian misterius di rumah Robbie.
Sayangnya, bumbu baru dalam Paranormal Activity 4 berhenti di situ. Adegan penuh keheningan yang membuat penonton menunggu dengan tegang dan mengakibatkan posisi duduk mereka semakin tidak nyaman, penampakan singkat dan karakter-karakter yang berdiri dengan tatapan kosong, serta gebrakan penuh kejutan masih menjadi andalan sutradara Henry Joost dan Ariel Schulman. Begitu pula halnya tema okultisme yang semakin ditonjolkan melalui kehadiran berbagai karakter dan simbol misterius.

Tetap menyeramkan walau minim inovasi

Walaupun masih berhasil menakut-nakuti penonton sepanjang film, bumbu-bumbu lama tersebut mulai terasa tua. Apalagi melihat kenyataan bahwa jalan cerita yang ditawarkan pun tidak banyak menjawab latar belakang maupun tujuan Katie dan Hunter. Masalahnya, dengan gaya pengambilan gambar found footage, keterbatasan tersebut rasanya memang harus ditoleransi demi menjaga autentisitas cerita.

Kalau saya perhatikan, Paranormal Activity menyuguhkan cara penceritaan baru yang mengangkat tema hantu gentayangan dan okultisme. Paranormal Activity 2 meningkatkan pengalaman tersebut dengan penambangan sejumlah sudut pandang kamera. Tema okultisme diperkuat dalam Paranormal Activity 3, sedangkan Paranormal Activity 4 hanya mengulang semua keberhasilan dalam installment sebelumnya dengan penambahan gaya pengambilan gambar yang mobile via webcam dan smartphone. Sejumlah efek visual juga ditambahkan dalam film keempat itu yang dengan sukses berhasil membuat saya memekikkan kata ”holy $#!7” di penghujung film.
Jika Anda penggemar franchise Paranormal Activity seperti saya, kemungkinan besar Anda dapat menikmati installment keempatnya. Namun, perlu saya tekankan kembali bahwa tidak banyak sisipan inovasi yang akan membuat Anda benar-benar terpukau. Dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, Paranormal Activity 4 seakan hanya mengemas ulang beragam adegan ke dalam cerita baru. Cerita yang ditulis pun tidak memberi gambaran jelas mengenai kehidupan Katie dan Hunter, tetapi justru menambah pertanyaan. Sepertinya kita bisa berharap akan ada Paranormal Activity 5, setidaknya dalam waktu dua tahun mendatang.

Meskipun saya sedikit kecewa dengan cerita dan rangkaian adegan yang ditampilkan, menonton Paranormal Activity 4 tetap menjadi pengalaman tersendiri. Ketegangan yang dibangun dari adegan-adegan penuh keheningan, penampakan-penampakan yang mampu membuat kita membelalakan mata, dan kejutan-kejutan menakutkan yang membuat kita memekik kaget masih berhasil ditimbulkan.
Tanggal rilis:
7 November 2012 (Indonesia)
Genre:
Horror
Durasi:
88 menit
Sutradara:
Henry Joost, Ariel Schulman
Pemain:
Katie Featherston, Kathryn Newton, Matt Shively, Brady Allen
Studio:
Room 101, Paramount Pictures

Tidak ada komentar: